kuedarkan pandang ke sekeliling
berusaha mengamati di tengah keremangan pagi
mencoba mengetahui dimana aku
sendi-sendi kehidupan dihadapanku mulai bergerak
suara cakap terdengar disana-sini
orang berlalu lalang tiada peduli diriku
tak lama berselang teriakan mulai terdengar bersahutan
bau amis dan segar berbaur mengisi tiap jengkal udara
kuhela napas perlahan mencoba menganalisa
tiap helaan napas mengangkat memori dalam diriku
satu persatu
perlahan tapi pasti
memori-memori itu berjalinan
membawaku pada satu jawaban
kutahu sekarang dimana diriku
kuingsutkan badan menepi
kembali mengamati sekitar
merekam setiap tingkah sebanyak ku mampu
sang fajar semakin beranjak naik
mata-mata manusia itu kan semakin awas
segera kulangkahkan kaki
menjauh dari peradaban dunia
menyembunyikan kembali diriku dalam kelam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar